DAERAH

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

SRI PUNGUH BUDI UTAMI BERI TANGGAPAN TERKAIT DUGAAN TARIF KAMAR MEWAH LAPAS KELAS I TANJUNG GUSTA

Responnews.co.id, Medan- Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menanggapi perihal dugaan adanya perdagangan kamar mewah yang dibanderol Rp 30 juta sampai Rp 40 juta di Lapas Klas I Medan.

Saat diwawancarai, Dirjen PAS mengatakan, "Jadi kalau ada dugaan itu, kami harus lakukan pendalaman. Sejauh pengetahuan kami, karena belum lama ini sudah dilakukan Sidak pengawasan internal oleh pak Dirkamtib, hal tersebut belum bisa kami buktikan," katanya melalui seluler. Rabu (2/1/2019), siang.

Tambahnya lagi, "Pak Lilik baru saja kembali dari Medan mengingat adanya orang - orang yang menyampaikan kepada kami termasuk pertanyaan seperti ini, kami meminta untuk dilakukan pendalaman ke Lapas kelas I Medan. Memang perlu dilakukan penelitian lebih dalam seperti sekarang sedang dilakukan. Tapi kami belum menemukan hal tersebut." ujarnya.

Dugaan Sogok Kensel Pengiriman ke Nusakambangan

Selanjutnya, ditanya kembali soal dugaan adanya sogok dari Narapidana agar tidak dikirim dari Lapas Klas I Medan ke Nusakambangan, Sri Puguh Budi Utami menjawab, "Kalau itu gini, sebentar saya komunikasi kesana, saya  kebetulan sedang cuti umroh sekarang sedang ada di Mekah. Dan Plh-nya sudah ada pak Junaidi dan pak Dirkamtib yang kami minta untuk melakukan pendalaman, barang kali boleh menghubungi langsung Plh pak Junaidi," jawabnya.

Disinggung wartawan kembali, terkait tindakan yang diberikan bilamana terbukti Kalapas Klas I Medan, Budi Argap Situngkir benar menerima sogok seperti yang disebut sumber informasi ?, Dirjen Pemasyarakatan mengatakan,

"Kalau dilakukan berita acara betul, sebagaimana pak Menteri (Yasonna Laoly-red), sering sampaikan kepada kami, ya di jatuhkan sanksi sesuai PP 53, pasti itu,"

"Setiap pegawai sipil ketika melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 itu akan dijatuhkan sanksi. Tentunya dilakukan pendalaman pemeriksaan dulu dari berbagai aspek tentunya, nanti ketika ditemukan betul akan di lakukan tindakan. Tapi untuk lebih pastinya kami akan melakukan komunikasi dulu, barang kali akan lebih tepat kalau bisa menghubungi pak Junaidi." kata Sri Puguh Budi Utami.

Berobat Disebut Bayar Rp 20 juta

Masih dalam wawancara melalui seluler, ditanya kembali soal informasi dugaan adanya sogok berobat keluar Lapas Klas I Medan  dari Napi korupsi dan bandar besar narkoba sebesar Rp 20 juta, Dirjen PAS belum mau menjawab dan mengatakan segera menghubungi Kalapas Klas I Medan.

"Kalau gitu sebentar saya telepon pak Kalapas. Saya pastikan gak boleh itu terjadi. Saya coba telepon Kalapas." tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, terkait dugaan jual beli kamar mewah, sogok agar tidak dikirim ke Nusakambangan hingga berobat keluar Lapas Klas I Medan, disebut kerap dilakoni para terpidana kasus korupsi dan narkoba disana. 

Infromasi terkini dari dalam Lapas Klas I Medan, seorang narapidana mengamuk karena dikirim ke Nusakambangan. Pasalnya, seharusnya bandar narkoba bernama Hasan dan Sukri yang kasus narkobanya lebih besar ternyata tidak kunjung dikirim.

Persoalan diatas juga sudah ditanggapi Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri  Fauzi Hafiz dengqn mengatakan akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan Sumatera Utara.

Berbagai elemen masyarakat juga sudah mendesak agar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly segera turun langsung melakukan sidak ke Lapas Klas I Medan, dan mencopot Kalapas Budi Argap Situngkir bila terlibat, seperti diungkapkan Pengamat Hukum Dr Redyanto Sidi S.H., M.H dan Ketua DPW LSM Berkoordinasi (Pemberantasan Korupsi, Judi, Narkoba dan Sindikat Mafia) Propinsi Sumatera Utara, Anggriani Wau S.H.,M.H.

Sementara itu, Kalapas Klas I Medan Budi Argap Situngkir mengatakan pemberitaan media terkait dirinya merupakan kampungan, "Berita tidak benar kalian jahat memfitnah orang, apa ngak ada tetangga kalian masuk penjara dan apakah mungkin memberikan 30 atau 40 juta, hitung aja kalau 3350 orang di dalam berapa duit?. Ikutlah kalian mencerdaskan masyarakat. Kasitau yang memberikan isu itu lapor polisi ya. Hari gini cara gitu, kampungan,"

Lanjut Kalapas melalui pesan singkat SMS,"Yang berobat silahkan dicek di rumah sakit. Masih ada 4 orang dirawat, sekali lagi sekalian baw polisi ya biar kita tangkap yang menerima," tulis Budi Argap Situngkir. (TP/j)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *