DAERAH

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

BUMDesa Gunung Mas Bertujuan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Panglong


Serdang Bedagai,- Expose.web.id
Organisasi ekonomi Perdesaan merupakan bagian yang sangat penting sekaligus masih menjadi titik lemah dalam upaya mendukung penguatan ekonomi Perdesaan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya yang sistematis untuk mendorong organisasi itu agar mampu mengelola aset ekonomi strategis di Desa, sekaligus mengembangkan jaringan ekonomi demi meningkatkan daya saing ekonomi Perdesaan. Dalam konteks yang demikian itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) pada dasarnya merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap lembaga - lembaga ekonomi Desa Ungkapan tersebut disampaikan Kepala Desa Panglong Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Aulis Sofian sekaligus sebagai Komisaris pada BUMDesa Gunung Mas kepada Awak Media ini diruang kerjanya Kamis 15/11/2018.

Aulis Sofian menambahkan, ada beberapa agenda yang bisa dilakukan, yaitu, pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu memberikan nilai tambah dalam pengelolaan asset ekonomi Desa, mengintegrasikan produk - produk ekonomi perdesaan, sehingga mampu memiliki nilai tawar baik dalam jaringan pasar, mewujudkan skala ekonomi kompetitif terhadap usaha ekonomi yang dikembangkan, menguatkan kelembagaan ekonomi Desa, mengembangkan unsur pendukung seperti, perkreditan mikro, pengembangan dan pembiakan ternak Lembu/Sapi, informasi pasar, dukungan tekhnologi dan manajemen, prasarana ekonomi dan jaringan komunikasi maupun dukungan pembinaan dan regulasi.

Selain itu, kata Aulis Sofian, BUMDesa juga merupakan instrumen pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi warga Desa melalui pengembangan usaha ekonomi mereka. Disamping itu, keberadaan BUMDesa juga memberikan sumbangan bagi peningkatan sumber Pendapatan Asli Desa (PADesa) yang memungkinkan Desa mampu melaksanakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara optimal.

Berangkat dari hal tersebut, maka Pemerintahan Desa Panglong pada pada Tanggal 26 - September - 2016 mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan diberi nama BUMDes Gunung Mas yang kedepannya diharapkan mampu memanfaatkan potensi serta asset Desa untuk membangun kesejahtraan warga Desa Panglong, karena ini bukan lagi program "topdown" atau paket program dari pemerintah daerah atau pusat, melainkan pembangunan Desa yang digerakkan oleh kekuatan warga," sebut," sebut Aulis Sofian.

Selanjutnya Aulis Sofian memaparkan, bahwa pada awal pendirian BUMDesa Gunung Mas bermodalkan penyerahan asset Desa, yaitu, perlengkapan alat pesta yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2015. Dengan modal tersebut, Pengurus BUMDesa Gunung Mas selalu bepetunjuk kepada Kepala Desa Panglong Aulis Sofian selaku Komisaris untuk mengumpulkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebanyak - banyaknya, namun dengan harga terjangkau masyarakat dan mampu berkembang dengan pesat. 

Pada Tahun 2017, BUMDesa Gunung Mas mendapat kucuran dana dari Pemerintahan Desa Panglong untuk kegiatan pengembangan unit usaha yaitu, pengembangan dan pembiakan Ternak Sapi/Lembu dan agen BNI 46/Simpan Pinjam. Semua itu, tidak terlepas daripada penggalian potensi diawal berdiri dalam menentukan unit operasional yang didasarkan pada Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya alam yang ada," jelas Aulis Sofian.

Kegiatan yang telah dan atau akan dikembangkan.

Sementara, sambung Aulis Sofian, ada beberapa kegiatan yang telah dan atau akan dikembangkan yaitu, adanya pembentukan unit - unit usaha di BUMDesa Gunung Mas didasarkan pada peta konsep yang telah dibuat dalam penggalian potensi. Unit - unit tersebut dijabarkan dalam kegiatan sistem kerja BUMDesa Gunung Mas, seperti Teratak dan perlengkapan pesta dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat yang selama ini diambil dari luar Desa dengan harga yang cukup tinggi dan sekaligus memanfaatkan potensi milik Desa yang sudah ada dengan pengadaan penyerahan asset dari Pemerintahan Desa pada Tahun 2016. "Memang, sampai saat ini, hanya unit ini saja yang mampu memberikan PAD pada Pemerintah Desa, meski pada Tahun - tahun sekarang ini omset atau hasil usaha ini kurang diminati untuk didaerah diluar Desa, karena hampir semua Desa sudah mempunyai Tratak atau perlengkapan pesta, namun kami terus berusaha mengembangkan unit ini demi untuk penyumbang PAD pada Pemerintah Desa," ujar Aulis Sofian.

Pembiakan Dan Pengembangan Ternak Lembu/Sapi

Lebih lanjut Aulis Sofian menjelaskan, bahwa Desa Panglong adalah Desa yang berada didalam wilayah Perkebunan, maka potensi paling tepat yaitu, pembiakan dan peternakan ternak lembu/Sapi untuk kemudian terus dipantau serta dikelola secara mandiri dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa. Sampai sekarang, setelah perjalanan unit ini lebih kurang 1 Tahun dari modal awal pengadaan induk ternak Lembu/Sapi sebanyak 22 ekor telah bertambah sebanyak 12 ekor anak Lembu/Sapi. Dari 22 ekor induk Lembu/Sapi, sebagai pengurang resiko kerugian yang diakibatkan karena kematian atau kehilangan, Lembu/Sapi tersebut telah diasuransikan melalui Asuransi Jasindo dan sudah dilakukan sebanyak 2 kali klaim, yaitu, pada Bulan Mei dan Agustus 2018 disebabkan ternak sakit, kemudian telah disetujui dan sudah dibelikan kembali induk Lembu/Sapi walaupun tidak seperti pada awal pengadaan dan pada Bulan Oktober kembali ada ternak Lembu/Sapi induk yang mati sudah dilakukan prosedur Klaim Asuransi, namun sampai saat ini masih menunggu persetujuan maupun konfirmasi dari pihak Asuransi Jasindo,"  jelas Aulis Sofian.

Kemandirian Keuangan/Jasa Keuangan

Dalam hal Kemandirian Keuangan/Jasa Keuangan, Aulis Sofian menyebutkan, bahwa pengelolaan Keuangan yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat akan dikelola secara mandiri yang hasilnya bisa dinikmati kembali oleh masyarakat dengan bentuk usaha Unit Agen BNI 46 dan simpan pinjam. Kemudian, unit bagian ini modalnya didapat dari kucuran Dana APBDesa, dan akan dievaluasi perkembangan. "Namun, apabila ada hal yang tidak mungkin untuk dilanjutkan, maka modal usaha yang sudah ada akan dipindahkan sebagai modal usaha unit lainnya. Dari ketiga unit usaha yang sudah berdiri dan berjalan sampai saat ini memang belum menuai hasil seperti yang diharapkan karena masih perlu dilakukan pengembangan unit usaha baik sistem kerja dan upaya permodalan agar dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi dalam pendirian BUMDesa Gunung Mas. Oleh sebab itu, maka dalam hal perencanaan pengembangan BUMDesa kedepan ada beberapa perencanaan pengembangan unit usaha lainnya yaitu, Unit levaransir (supplier) yang dalam perencanaan nya unit kerja ini akan bekerjasama dengan Pemerintahan Desa sebagai penyedia barang pada kegiatan desa. Kemudian Unit Jasa dan Transportasi, yang dalam perencanaan kegiatannya unit ini akan menyediakan kegiatan Pengangkutan Transportasi bagi anak sekolah dan masyarakat Desa Panglong dan tentunya juga unit ini akan membutuhkan sarana sebagai alat transportasi. Hal ini akan diusulkan kepada Pemerintahan Desa pada Anggaran Tahun 2019 jika disetujui sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintahan Desa Panglong dan Unit Home Industri yang dalam perencanaannya unit ini akan mengajak serta mewajibkan kepada setiap Dusun agar memiliki minimal 1 produk unggulan untuk dijadikan usaha BUMDesa Unit Home Industri dengan upaya bekerjasama dengan Pemerintahan Desa untuk pengadaan peralatan Home Industri sesuai dengan potensi dan kemampuan Dusun tersebut dengan bimbingan dan kerjasama dengan TP. PKK Desa," papar Aulis Sofian.

Dalam hal perjalanan BUMDesa Gunung Mas selama berdiri sampai saat ini masih ada dan banyak lagi kendala serta permasalahan yang dihadapi yaitu, BUMDesa Gunung Mas belum memiliki kantor tersendiri karena masih menumpang di Kantor Desa Panglong sehingga pelayanan kegiatan belum bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Hal inilah yang menjadi permasalahan pokok dalam memberikan pelayanan agar tercipta kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan usaha.

Rencana Pemanfaatan Dana Bantuan Pemerintah

Sementara, sambung Aulis Sofian, dalam melihat dan menilai potensi keberhasilan dan kecil kemungkinan kerugian yang ada pada unit - unit BUMDesa Gunung Mas, maka akan dilakukan Musyawarah Desa bahwa untuk dana bantuan permodalan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi akan dipergunakan sebagai penambahan modal Pengembangan dan Pembiakan Ternak Lembu/Sapi dan akan dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).(AH)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *